Dikutip dari cnnindonesia.com Pemerintah Saudi telah menyerukan diakhirinya eskalasi kekerasan sejak Sabtu (7 Oktober) menyusul serangan mendadak terhadap Israel oleh kelompok militan Palestina Hamas.
Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan komunitas internasional perlu bersatu untuk mempertimbangkan dampak krisis dan cara menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Sementara itu, pemerintah Indonesia juga mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan ke Israel dan Palestina mengingat situasi yang semakin memburuk.
1. Arab Saudi merespons perang Hamas antara Palestina dan Israel
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan menyerukan diakhirinya peningkatan kekerasan dan serangan antara Israel dan Hamas Palestina. Komentar Pangeran Faisal muncul setelah dia menerima panggilan telepon dari Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.
Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya sedang membahas perlunya komunitas internasional bersatu untuk mengurangi dampak krisis dan menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
2. Kementerian Luar Negeri meminta WNI menunda perjalanan ke Israel dan Palestina
Kementerian Luar Negeri Indonesia mengimbau WNI untuk menunda perjalanan ke Palestina dan Israel dalam waktu dekat.
3. Israel mengumumkan blokade penuh terhadap Jalur Gaza untuk melawan Hamas
Israel telah mengunci Jalur Gaza sepenuhnya untuk melawan dan menekan kelompok militan Hamas.
Blokade tersebut mencakup larangan pasokan makanan, air dan minyak tanah, serta gangguan pasokan listrik.
Menteri Pertahanan Israel Job Gallant mengatakan pemerintah Israel akan memutus aliran listrik dan memblokir impor makanan dan bahan bakar sebagai bagian dari “pengepungan total” terhadap Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.
“Kami telah mengepung Gaza sepenuhnya. Tidak ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada gas, semuanya dimatikan,” kata Gallant seperti dikutip Al Jazeera.







